Prestasi membanggakan kembali diraih oleh peserta didik SDIT Arkan Cendekia. Tiga siswa berhasil meraih medali pada ajang Olimpiade Topaz Matematika, Science, dan Bahasa Inggris Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025/2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan akademik yang terus dikembangkan oleh SDIT Arkan Cendekia dalam mencetak generasi yang unggul, berprestasi, dan berkarakter.
Pada kompetisi tersebut, Aleesha Abqariah Azmi berhasil meraih Medali Perak pada bidang Matematika Level 3. Prestasi ini menunjukkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah yang sangat baik dalam menghadapi soal-soal olimpiade.
Sementara itu, Uwais Al-Qorni berhasil meraih Medali Perunggu pada Matematika Level 1. Raihan ini menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi akademiknya di bidang matematika.
Prestasi juga diraih oleh Syaza Thahirah Swira yang berhasil memperoleh Medali Perunggu pada bidang Bahasa Inggris Level 3. Keberhasilan tersebut mencerminkan kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa asing yang baik, serta kesiapan peserta didik untuk bersaing dalam kompetisi akademik.

Keberhasilan ketiga peserta didik ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan dalam belajar, bimbingan para guru, serta dukungan penuh dari orang tua. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peserta didik untuk terus berkembang dan meraih prestasi terbaik.
Kepala SDIT Arkan Cendekia Bapak Fajar Hidayat, S.Pd menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik yang telah mengharumkan nama sekolah.
“Prestasi ini merupakan buah dari semangat belajar, disiplin, dan kolaborasi yang baik antara peserta didik, guru, dan orang tua. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berani mencoba, mengembangkan potensi diri, dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan,” ujarnya.
SDIT Arkan Cendekia berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas melalui pembelajaran yang inovatif, pembinaan karakter Islami, serta pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik. Berbagai kompetisi menjadi sarana bagi sekolah untuk membangun budaya berprestasi sekaligus mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.[]


